Mencari 5W+1H pada berita


Asslamualaikum Wr. Wb.
Hasil gambar untuk menulis berita
Pada postingan kali ini saya akan memberikan contoh unsur-unsur berita dengan 5W+1H yang berkaitan dengan berita pada postingan sebelumnya. Berikut penjelasannya:

1. Hard News
Judul berita: Satpol PP Harus Tegas Tetapi Humanis
Diambil dari koran Surya halaman 16 tanggal 22 Maret 2018

Ø  What: Tertera pada judul berita tersebut yaitu “ Satpol PP Harus Tegas Tetapi Humanis” yang dalam hal ini satpol pp harus menjalankan tugasnya dengan tegas tetapi juga harus menjaga sisi humanis atau saling memperhatikan sikap kemanusiaan.
Ø  Who: Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas .
Ø  Where: Kantor Pemkab Banyuwangi.
Ø  When: Pada Rabu, 21 Maret 2018.
Ø  Why: Agar Satpol PP bisa belajar memadukan ketegasan dengan keramahan. Karena tidak semua yang tegas itu harus dengan kekersan tetapi ada pertimbangan dari sisi kemanusiaan untuk saling mengingatkan.
Ø  How: Dengan menjalankan tugasnya secara humanis dengan pendekatan persuasive tanpa kekerasan.

2. Soft News
Judul berita: Wajib Tanam Tumbuhan di Area Rumah
Diambil dari koran Surya halaman 11 tanggal 22 Maret 2018

Ø  What: Tertera pada judul berita tersebut yaitu “Olah Jadi Produk Makanan Minuman” yang diperjelas dengan kalimat “Hasil panen tanaman RT 1 RW 4 Lakarsantri tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga diolah ibu-ibu PKK untuk dijual”.
Ø  Who: Yang terlibat dalam peristiwa tersebut yaitu Nunung Indrawati (Ketua PKK RT 1 RW 4 Lakarsantri)
Ø  Where: Peristiwa tersebut terjadi di kawasan kampung RT 1 RW 4 Jalan Lakarsantri Kelurahan dan Kecamatan Lakarsantri. 
Ø  When: Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 21 Maret 2018.
Ø  Why: Hasil dari penjualannya digunakan untuk menambah kas kampung dan agar kampung lebih asri, makmur dan sejahtera. 
Ø  How: Hasil panen tanaman RT 1 RW 4 Lakarsantri tidak hanya dikonsumsi sendiri, tetapi juga diolah ibu-ibu PKK untuk dijual. Seperti tanaman mangga dan belimbing biasanya diolah menjadi manisan dan minuman. Sedangkan tanaman toga diolah menjadi jamu. Produk yang dijual dibanderol sekitar Rp 6.000 untuk jamu hingga Rp 10.000 untuk manisan dan jus buah. Selain itu, ibu-ibu PKK memanfaatkan limbah rumah tangga untuk diolah menjadi pupuk sehingga bisa mengurangi pengeluaran dalam hal perawatan tanaman.

3.  Feature 
Judul Berita: Pengobar Tradisi Siswa Belajar
Diambil dari koran Surya halaman 13 tanggal 22 Maret 2018
                       
Ø  What: Tertera pada judul berita tersebut yaitu “Pengobar Tradisi Siswa Belajar”. Usaha seseorang untuk meningkatkan minat belajar pada anak.
Ø  Who: Muhammad Zamroni (biasa dipanggil Azam).
Ø  Where: Jl KH Khamdani I/25 Desa Siwalan Panji, Kecamatan Buduran, Sidoarjo.
Ø  When: Dimulai pada tahun 2006 dan kemudian usahanya mulai berkembang tiga tahun setelahnya yaitu tahun 2009.
Ø  Why: Karena ingin meningkatkan minat belajar anak terutama dalam berbahas inggris.
Ø  How: Dengan menampung anak-anak yang ingin belajar sungguh-sungguh dan memberikan pembelajaran sebaik mungkin. Tidak memungut biaya untuk anak yatim dan keluarga duafa agar mereka juga bisa mendapatkan pengajaran yang laayak.




Komentar

Postingan Populer