JURNALISME SETELAH INTERNET POPULER


Assalamualaikum Wr. Wb.
Hasil gambar untuk jurnalisme

Untuk memenuhi tugas mata kuliah Jurnalistik saya akan memposting hasil pertemuan saya beberapa minggu yang lalu. Kali ini saya akan berbagi informsi mengenai bagaimana perkembangan Jurnalisme setelah internet popular. Berikut ini hasil diskusi dari kelompok kami yang beranggotakan:
1.       Dhella Sagita                            (D97217042)
2.       Ilham Arfiansyah                      (D97217096)
3.       M. Rifqi As-Siddiqi                  (D97217100)
4.       Maulidiawati Anggi Karina      (D97217102)
5.    Nurul Firdausi                           (D97217108)
6.    Putri Oktavia Damayanti           (D97217109)
7.    Yunuria Safitri                           (D97217122)

Internet tampaknya merupakan sumber media yang paling kuat yang pernah kita kenal. Media tradisional yang lambat dalam menarik perhatian kini telah terpengaruh oleh internet dan melontarkan jurnalisme ke realita baru. Dalam term “Fourth Estate” historis, jurnalisme internet baru dalam tahap merangkak. Tetapi dari segi dampaknya terhadap sumber berita, ia termasuk pelari cepat kelas satu, Akan tetapi industrI jurnalisme masih belum begitu cepat dalam menggunakan internet. Outlet  berita yang inovatif dan agresif di World Wide Web biasanya menyatakan bahwa mereka masih ketinggalan, namun mereka segera menyusul.
Internet adalah medium yang besar, tanpa batas, bebas dan makin kompetitif. The New York Time hanya sedikit lebih unggul dibandingkan Tony yang mengoperasikan koran online-nya dari ruang gudangnya. Internet diibaratkan dengan jalan tol / jalan bebas hambatan dimana didalamnya segala informasi dan berita mengalir tanpa henti, tidak terikat ruang dan waktu. Kita hidup di era berita 24-jam yang dipenuhi breaking news, dengan radio dan stasiun televisi dan situs berita internet yang terus memperbarui berita-beritanya bahkan setiap menit.

Media yang berkembang setelah internet popular:

1.       Di Eropa / Amerika Serikat
       Meskipun koran, stasiun TV, dan radio agak berkurang ketimbang beberapa tahun yang lalu di AS, jumlah portal berita internet tumbuh pesat dalam satu dekade terakhir. Dalam situasi yang senantiasa berubah ini, koran harus beradaptasi agar tetap relevan dan bertahan, walaupun Potensi hilangnya koran karena faktanya ada banyak perusahaan koran yang sudah berusia ratusan tahun yang akhirnya harus “gulung tikar” karena tidak mampu menyaingi produk media cetak online.  Akan tetapi jika perusahaan koran tersebut mampu menyeimbangkan antara koran cetak dengan edisi online-nya maka perusahaan tersebut akan membesar. Contohnya :
Pada tahun 2005, ada 1.452 koran harian di AS yang secara keseluruhan sirkulasinya mencapai 53 eksemplar dan pada tahun yang sama edisi online-nya menjangkau 54 juta orang. Dalam kenyataannya, studi oleh Newspaper Association of America (NAA) menunjukkan bahwa 63% pengguna (user) koran online mengecek World Wide Web untuk mendapatkan berita terbaru (breaking news).

2.       Di Asia
       Asia tidak memiliki peta media yang seragam. Tetapi ada tren-tren tersendiri, yang tersebar luas di seluruh benua, yang perekonomiannya sedang meningkat tersebut. Salah satu trennya adalah, bukan hanya perekonomian, melainkan media juga sedang boming. Pakar media, Indrajit Banerjee yang berasal dari Singapura menyebutkan angka-angka tertentu. Ia mengatakan, di bulan-bulan terakhir Cina mengalahkan AS sebagai negara yang paling banyak menggunakan internet. Pengguna internet di Cina mencapai 220 juta. Tiap bulannya di India pelanggan telefon seluler bertambah sembilan juta. India juga menjadi negara yang memproduksi film terbanyak di dunia. Yang juga menarik adalah, industri film India juga berhasil di negara lain. Tahun lalu di Inggris, di antara 20 film asing yang paling terkenal, 14 di antaranya dari India.
     Jadi yang berkembang paling cepat di Asia adalah media-media baru. Hal itu berarti, mekanisme pengawasan yang tradisional tidak dapat beroperasi dengan baik. Pakar media Drew McDaniel, yang mengkhususkan diri pada media di Asia Selatan, mengingatkan pada beberapa contoh keberhasilan mekanisme pengawasan tradisional. Misalnya di Indonesia dan Malaysia, media yang dikontrol pemerintah berhasil menyelesaikan konflik etnis dan memberikan sumbangan untuk perdamaian nasional. Contohnya setelah kerusuhan etnis di Malaysia di akhir tahun enam puluhan. McDaniel mengatakan, media berperan utama dan diberikan tanggung jawab untuk mewujudkan perdamaian di negara dan di masyarakat.

3.       Di Indonesia
       Walaupun terjadi perubahan-perubahan dalam media massa mulai dari surat kabar,/koran buku, film, radio, televisi, dan internet. Khususnya koran, Warga dunia dewasa ini terutama Indonesia begitu tertarik dengan semua berita dan informasi mulai dari hasil pemilu lokal kelas RT samai pemilu nasional di berbagai negara, dari gosip panas artis/aktor luar negeri hingga ke gosip kawin cerai artis Indonesia dan audien menggunakan banyak medium untuk memenuhi harsat mereka akan informasi ini.

Perbedaan jurnalisme di era sebelumnya

       Perkembangan media cetak dari masa ke masa telah melalui beberapa perubahan, transformasi dan bahkan metamorfosis. Bermula dari surat kabar, buku, film, radio, televisi, dan internet. Media massa yang terakhir, internet kemudian mempopulerkan istilah media baru (new media). Satu perubahan akibat ditemukannya suatu teknologi baru mampu mengubah kestabilan media lain yang sudah jauh lebih tua berdiri. Kehadiran internet selanjutnya mengubah secara drastis dan dramatis perkembangan media massa. Setidaknya internet memicu dua perubahan mendasar di media.
Perubahan tersebut adalah:
  Pertama, substansi media, yaitu proses jurnalistik
  Kedua, bentuk atau fomat organisasi media.
       
Jika sebelumnya setiap jenis media massa berdiri sendiri atau memiliki organisasi dan manajemen mandiri, kini mereka bergabung dalam satu kesatuan yang dikenal dengan konvergensi media. Kini hampir semua media cetak dan elektronik membarenginya dengan bentuk berita online, e-paper,dan live streaming.

Karakterteristik Media Massa pada Saat Ini (Abad 21):
  1. Unlimited Space, Jurnalistik online memungkinkan halaman tak terbatas. Ruang bukanlah masalah. Artikel dan berita bisa sepanjang dan selengkap mungkin, tanpa batas.
  2. Audience Controol, Jurnalistik online memungkinkan pembaca lebih leluasa memilih berita/informasi.
  3. Non-Literaty, Dalam Jurnalistik online masing-masing berita berdiri sendiri, sehingga pembaca tidak harus kembaca secara berurutan.
  4. Strorage and Retrieval, Jurnalistik online memungkinkan berita “abadi”, tersimpan dan bisa diakses kembali dengan mudah kapan dan di mana saja.
  5. Immediacy, Jurnalistik online menjadikan informasi bisa disampaikan secara sangat cepat dan langsung.
  6. Multimedia Capability, Jurnalistik online memungkinkan sajian berita berupa teks, suara, gambar, video dan komponen lainnya sekaligus.
  7. Interactivity, Jurnalistik online memungkinkan interaksi langsung antara redaksi dengan pembaca, seperti melalui kolom komentar dan social media sharing.
Kebijakan Pemerintah
UU No. 11 Tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik (ITE) untuk melindungi kepentingan negara, publik dan swasta dari kejahatan siber (cyber crime).Terdapat 3 pasal mengenai defamation pencemaran nama baik), penodaan agama, dan ancaman online. Dengan tujuan untuk mengkriminalisasikan warga yang memanfaatkan internet dan media sosial untuk menyampaikan keluhan, opini, isi pikirannya, berpolemik, hingga menyampaikan kritik kepada pimpinan daerah.

Reaksi Masyarakat terhadap Perkembangan Jurnalisme Setelah Internet Populer
            Munculnya media online pada dasarnya memudahkan, tapi di satu sisi tetap ada unsur negatifnya. Namun, semuanya kembali pada manusia, sebagai agen yang mampu memutuskan harus atau tidak perlunya digunakan sebuah produk teknologi tersebut. Contoh positif jurnalisme internet salah satunya adalah mudahnya mengakses infomasi dan komunikasi entah lokal atau global yang bisa dilihat di World Wide Web tanpa terikat ruang dan waktu seperti Breaking News kini bisa disiarkan di semua media berkat internet.




Komentar

Postingan Populer