TUGAS UAS 3


Assalamualaikum Wr. Wb.
Kali ini saya akan memposting hasil wawancara yang dilakukan pada 5 Juni 2018 lalu di SD Al-Wahyu Sidoarjo. Hasil wawancara yang saya lakukan diubah dalam bentuk berita sebagai tugas akhir mata kuliah
Jurnalistik.

Kalila Tak Pernah Bosan Jadi Juara Olimpiade SAINS

Foto kiri: 2 guru pendamping SD Al Wahyu
Tengah: Kalila Raissa Ayu
Foto kanan: Ustadz Vivan Nur Alfian

 Foto: Kalila saat menjadi Juara 1 Olimpiade Sains dan Matematika menyambut 40 th Ramayana

Sidoarjo (5/6) - Siswi kelas 4 Sekolah Dasar  (SD) Al-Wahyu, Waru, Sidoarjo, Jawa Timur Kalila Raissa Ayu (10) menjadi siswi berprestasi yang berhasil menjuarai beberapa ajang olimpiade sains dan matematika tingkat Nasional. Putri sulung dari pasangan Erwin dan Nanik Hidayati ini mengakui bahwa dirinya sangat mencintai dunia Sains. Mulai dari latihan soal hingga berbagai bacaan yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan alam atau sains.
Pada olimpiade terakhir yang diikutinya yaitu ‘Olimpiade SAINS&MATEMATIK HIMSO Pendidikan Integral Hidayatullah’ ia berhasil membawa pulang medali emas. Olimpiade ini diikuti oleh 300 peserta tingkat Nasional.
“Alhamdulillah saya masih diberi kesempatan untuk membawa pulang medali emas ini untuk membawa nama baik orang tua dan sekolah.” kata siswi MI Al-Wahyu tersebut.
Prestasi yang sudah diperolehnya pada tahun 2018 antara lain:
1. Juara 1 Olimpiade Sains dan Matematika menyambut 40 th Ramayana Bungurasih, Sidoarjo tingkat Jawa Timur (29/4)
2. Juara 2 Olimpiade Sains memperingati HUT Sidoarjo ke-159
3. Peraih medali medali perak dalam Olimpiade Sains tngkat Jawa Timur
4. Peraih medali perak dalam Olimset se Jawa Timur
5. Peraih medali perunggu dalam ajang prestasi Al-furqon tingkat Jawa Timur
6. Peraih medali emas dalam ajang Jember Matematika dan Sains tingkat Jawa Timur
7. Peraih medali emas dalam Olimpiade SAINS&MATEMATIK HIMSO Pendidikan Integral Hidayatullah tingkat Nasional
Ia menceritakan banyak pengalaman yang didapatkan dalam mengikuti beberapa olimpiade tersebut.
“Banyak sih yang didapatkan, antara lain soal-soal baru dan menantang yang belum pernah saya temui di olimpiade sebelumnya.” ucapnya
Berbagai dukungan serta motivasi terus diberikan oleh orang tua serta guru pembimbing di sekolah. Ada peran utama dari seorang guru kelasnya yang hingga saat ini dengan sabar membimbingnya untuk berlati soal-soal olimpiade.

Vivan Nur Alfian, seorang wali kelas sekaligus pembimbing peserta didik yang sedang mengikuti ajang olimpiade di bidang Sains dan Matematika. Beliau adalah seorang guru yang mempunyai latar belakang lulusan PGMI (Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah) yang dituntut untuk menguasai semua mata pelajaran.

“ Sebenarnya sudah ada potensi dari Kalila ini, saya hanya mengarahkannya saja dan terus memberinya dukungan agar dia tidak patah semangat. Saat awal-awal dia mengikuti ajang olimpiade dia pernah gagal, namun saya mengatakan bahwa kegagalan bukan akhir dari segalanya. Justru kegagalan ini adalah awal dari kesuksesan yang akan kamu raih nak. Yang terpenting jangan pernah untuk putus asa. Kalau gagal harus bangkit jangan berdiam diri lalu menyerah.” Jelas ustadz Vivan.
Beliau juga menjelaskan bagaimana cara agar mood siswanya ini tidak berubah/turun ketika akan mengikuti olimpiade dan dituntut untuk terus berlatih mengerjakan soal-soal yang tingkatnya lebih sulit.
“ Tidak ada metode khusus yang saya gunakan selama ini dalam memdampingi belajar anak-anak. Untuk menjaga mood mereka agar tetap baik biasanya disela-sela mengerjakan soal selalu saya berikan ice breaking atau saya ajak bermain. Entah itu bermain diluar kelas atau bermain game lewat gadget. Saya tidak pernah memaksakan mereka. Dan saya berusaha untuk membawa mereka pada situasi yang menyenangkan agar mereka tidak merasa terbebani.” kata guru pembimbing Kalila

“Kesulitan yang selama ini saya temui adalah soal-soal yang tingkatnya sulit dan belum pernah dikerjakan sebelumnya. Jadi, saya sebagai guru pembimbing harus berlatih dan berusaha menyelesaikannnya terlebih dahulu. Sebelum soal itu saya berikan kepada anak-anak.”tambahnya

Saat diwawancarai, Kalila pun mengatakan hal sama bahwa ketika proses pembelajaran dan berlatih sol-soal yang tingkatnya sulit ia tidak merasa bosan atau kesulitan. Ia mengatakan bahwa sangat menenangkan karena bersama ustadz Vivan ia selalu diajak bermain sehingga tidak merasa bosan.
“Kalau pas istirahat biasanya saya suka membaca buku ensiklopedi untuk menambah wawasan. Saya juga mengajari teman-teman yang tidak paham dengan soal-soal IPA. Bermain gadget juga sering, tapi biasanya diselingi buka-buka website yang isinya tentang Sains, karena saya suka sekali untuk membaca. Kegiatan saya sehari hari ya berlatih soal, membaca buku dan bermain. Tidak harus setiap hari diisi dengan belajar karena itu juga membosankan. Yang penting berusaha dan berdoa ” ucap siswi kelas 4 yang sudah memperoleh berbagai piagam tersebut.
  

Terimakasih sudah mengunjungi blog saya. Semoga kisah inspiratif diatas bisa memberikan semangat untuk kita,  khusunya bagi saya sendiri admin blog ini:).
Wassalamualaikum Wr. Wb.

Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer